Cerita dalam drama, baik atau tidak tergantung pada si penulis naskah cerita atau skenarionya itu sendiri.

Banyak pertimbangan yang menjadi tolak ukur dalam pembuatan cerita. terutama drama Animasi anak-anak.

Bahasa yang di sajikan pun harus dapat di pahami oleh anak itu sendiri dalam konteks penalaran si anak itu.

Agar menjadi bagian yang terbaik hendaknya penullis harus berimajinasi masuk kedalam lingkungan anak-anak. Gunanya agar anak-anak itu menonton tidak sekedar mendapat hiburan tapi ada pelajaran moral yang terkandung di dalamnya.

Sadar ataupun tidak tanyangan film, bisa ditiru oleh anak-anak. Karena pada dasarmya anak-anak itu sendiri ibarat kaset kosong yang masih harus mengisi di dalam otaknya.

Setidaknya penulis cerita atau penulis scnario mempertimbangkan hal tersebut agar bisa menjadi bahan acuan dalam pembuatan cerita.

Film yang menarik serta mendidik di harapkan dapat menjadi pembelajaran. Agar generasi muda bangsa Indonesia memiliki sikap, akhlak, moral, dan mental yang baik. Kalau sejak dini sudah terbiasa kedepannya pun nantinya akan menjadi seperti terbiasa..

(www.wikipedia.com)